Apa itu Tipografi?

Tipografi merupakan suatu ilmu dalam memilih dan menata huruf dengan pengaturan penyebarannya pada ruang ruang yang tersedia, untuk menciptakan kesan tertentu, sehingga dapat menolong pembaca untuk mendapatkan kenyamanan membaca semaksimal mungkin.
Dikenal pula seni tipografi, yaitu karya atau desain yang menggunakan pengaturan huruf sebagai elemen utama. Dalam seni tipografi, pengertian huruf sebagai lambang
bunyi bisa diabaikan.
Sejarah Tipografi
Sejarah perkembangan tipografi dimulai dari penggunaan pictograph. Bentuk bahasa ini antara lain dipergunakan oleh bangsa Viking Norwegia dan Indian Sioux. Di Mesir berkembang jenis huruf Hieratia, yang terkenal dengan nama Hieroglif pada sekitar abad 1300 SM. Bentuk tipografi ini merupakan akar dari bentuk Demotia, yang mulai ditulis dengan menggunakan pena khusus.
Bentuk tipografi tersebut akhirnya berkembang sampai di Kreta, lalu menjalar ke Yunani dan akhirnya menyebar keseluruh Eropa.
Puncak perkembangan tipografi, terjadi kurang lebih pada abad 8 SM di Roma saat orang Romawi mulai membentuk kekuasaannya. Karena bangsa Romawi tidak memiliki sistem tulisan sendiri, mereka mempelajari sistem tulisan Etruska yang merupakan penduduk asli Italia serta menyempurnakannya sehingga terbentuk huruf-huruf Romawi.
Saat ini tipografi mengalami perkembangan dari fase penciptaan dengan tangan hingga mengalami komputerisasi. Fase komputerisasi membuat penggunaan tipografi menjadi lebih mudah dan dalam waktu yang lebih cepat dengan jenis pilihan huruf yang ratusan jumlahnya.
Jenis huruf
Secara garis besar huruf-huruf digolongkan menjadi:
Roman, pada awalnya adalah kumpulan huruf kapital seperti yang biasa ditemui di pilar dan prasasti Romawi, namun kemudian definisinya berkembang menjadi seluruh huruf yang mempunyai ciri tegak dan didominasi garis lurus kaku.
Serif, dengan ciri memiliki siripan di ujungnya. Selain membantu keterbacaan, siripan juga memudahkan saat huruf diukir ke batu.
Contoh penggunaan huruf bersirip di nisan Johanna Christine, Museum Taman Prasasti
Egyptian, atau populer dengan sebutan slab serif. Cirinya adalah kaki/sirip/serif yang berbentuk persegi seperti papan dengan ketebalan yang sama atau hampir sama. Kesan yang ditimbulkan adalah kokoh, kuat, kekar dan stabil.
Salah satu contoh huruf slab serif di nisan Thomas de Souza, di pintu masuk Museum Taman Prasasti
Sans Serif, dengan ciri tanpa sirip/serif, dan memiliki ketebalan huruf yang sama atau hampir sama. Kesan yang ditimbulkan oleh huruf jenis ini adalah modern, kontemporer dan efisien.
Script, merupakan goresan tangan yang dikerjakan dengan pena, kuas atau pensil tajam dan biasanya miring ke kanan. Kesan yang ditimbulkannya adalah sifast pribadi dan akrab.
Miscellaneous, merupakan pengembangan dari bentuk-bentuk yang sudah ada. Ditambah hiasan dan ornamen, atau garis-garis dekoratif. Kesan yang dimiliki adalah dekoratif dan ornamental.
Kejelasan bentuk huruf dan Keterbacaan
Kejelasan bentuk huruf (legibility) adalah tingkat kemudahan mata mengenali suatu tulisan tanpa harus bersusah payah. Hal ini bisa ditentukan oleh:
  1. Kerumitan desain huruf, seperti penggunaan siripan, kontras goresan, dan sebagainya.
  2. Penggunaan warna
  3. Frekuensi pengamat menemui huruf tersebut dalam kehidupan sehari-hari
Keterbacaan adalah tingkat kenyamanan suatu susunan huruf saat dibaca, yang dipengaruhi oleh:
  1. Jenis huruf
  2. Ukuran
  3. Pengaturan, termasuk di dalamnya alur, spasi, kerning, perataan, dan sebagainya
  4. Kontras warna terhadap latar belakang

terimakasih : Wikipedia

contoh :

Tegal Pecahkan Rekor Muri “Moci Terbanyak” dan “Martabak Raksasa”

Pemkab Tegal bekerja sama dengan PT Gunung Slamat Slawi dan Asosiasi Pedagang Martabak dan Jajanan (Almarjan) berhasil menciptakan dua rekor Muri sekaligus, yakni poci terbanyak dengan jumlah 1.500 buah dan martabak manis raksasa dengan diameter dua meter. Penciptaan rekor Muri itu dilaksanakan dalam acara Rakyat Tegal Moci Bareng di lapangan Pemkab Tegal, Sabtu (12/5) malam.

Pembuatan martabak raksasa dimulai sejak pukul 16.00. Para penjual martabak Lebaksiu yang tergabung dalam Almarjan membuat penganan itu di pinggir panggung pertunjukan. Hal serupa juga dilakukan jajaran PT Gunung Slamat yang memproduksi teh Cap Poci yang sudah bersiap-siap menyediakan tenda dan poci sejak siang hari.
Sejak 19.00, ribuan warga Kabupaten Tegal berduyun-duyun memadati lapangan Pemkab Tegal. Jalan menuju areal perkantoran Pemkab Tegal macet. Ini ibarat menjadi mudik kedua bagi warga Tegal.

Usai dilakukan penilaian, tim Muri mengumumkan 1.500 poci dan martabak diameter dua meter masuk rekor Muri dunia. Piagam penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia diserahkan Wakil Bupati Tegal, HM Hery Sulistiyawan kepada pemilik PT Gunung Slamat, Sugiarto Sosro Joyo dan Ketua Almarjan Indonesia, H Musa Abdullah.

Unjuk Kebolehan

Dalam kesempatan itu, juga ditampilkan tarian khas Kabupaten Tegal berupa Tari Kuntulan dan Tari Topeng. Bahkan, maestro Tari Topeng Tegal, Suwitri juga ikut menunjukkan kebolehannya menarikan Tari Topeng Kresna. Tak hanya itu, lagu Tegalan juga dimainkan untuk menghibur para pengunjung.

Ketua Panitia Moci Bareng Rakyat Tegal, Wakhidin BA mengatakan, penciptaan rekor Muri 1.500 poci dan martabak raksasa kerja sama Pemkab Tegal bersama komunitas facebook Sisi Lain Kabupaten Tegal (SLKT), PT Gunung Slamat, Almarjan, Naga Mas, Mie Sedap, dan Sophie Martin. Pihaknya melibatkan semua unsur masya­rakat, dari pemerintah daerah, pemerintah desa, ormas, LSM, pelajar, mahasiswa dan lainnya. Bahkan, masyarakat Tegal yang hidup di Jabotabek juga akan ikut meramaikan
”Kami kewalahan karena masyarakat yang hadir membeludak. Banyak yang tidak mendapatkan poci dan jajanan khas Slawi,” katanya.

Sumber: suaramerdeka.com

Foto : REKOR MURI MOCI BARENG. Sejumlah warga menikmati moci bareng di Lapangan Pemerintah Kabupaten Tegal, Jateng, Sabtu (13/5) malam. Rekor muri moci bareng sebanyak 1500 poci dengan diminum 6000 warga tersebut dalam rangka HUT Kabupaten Tegal ke 411. FOTO ANTARA/Oky Lukmansyah/ed/NZ/12

Peran Penting Taste dalam Desain Grafis

Desain grafis bukanlah seni lukis yang seenak senimannya tanpa memikirkan apakah karyanya diterima oleh orang atau tidak. Karya desain grafis harus bisa diterima oleh orang lain yaitu konsumen. Salah satu unsur penting yang mempengaruhi hal tersebut adalah taste / selera desain.
Apa itu taste?
Setiap orang mempunyai taste yang berbeda. Banyak hal yang dapat membentuk taste sesorang diantaranya adalah pergaulan dan lingkungan sosial. Orang yang dibesarkan di lingkungan sosial kelas A , taste desainnya berbeda dengan yang dibesarkan di lingkungan kelas C. Pada pergaulan pun begitu.
Secara sederhana kita bisa lihat dari gaya desain pertokoan atau mall yang terdapat di 2 lingkungan tersebut. Kita bisa merasakan taste yang berbeda bila dalam satu hari kita memasuki ke dua tempat tersebut. Atau kita memasuki 2 komunitas sosial yang berbeda, satu komunitas dari status sosial kelas A, yang lainnya dari kelas C.
Coba buktikan sendiri.
Kita bukan bicara soal desain pertokoan atau mall atau bagaimana bergaul tapi kita bicara soal desain grafis. Apa hubungannya?
Hubungannya sangat erat. Pada setiap pertokoan atau mall pasti terdapat elemen-elemen desain grafis seperti banner, logo, poster, warna, tipografi, ya kan? Nah, dari elemen-elemen tersebut, kita dapat melihar dan merasakan perbedaan taste desain pada kedua tempat yang berbeda lingkungan sosialnya. Pada pergaulan juga begitu, taste desain orang-orangnya tentu berbeda.
Andai kita yang dibesarkan di lingkungan status sosial kelas C, taste yang terbentuk pada diri kita adalah C. Untuk merubah taste yang terbentuk sejak kecil tidak mudah buat kita. Butuh proses dan waktu. Kita harus membiasakan diri memasuki lingkungan dengan status sosial yang lebih tinggi. Melihat dan merasakan bagaimana taste desain pada lingkungan status sosial A. Cara lain, melihat majalah, brosur, logo, buku dan materi desain grafis lainnya dengan taste desain kelas. A.
Sebagai contoh, jika suatu saat kita mendapat order desain grafis, dengan target market kelas A, tentu kita bisa fleksibel mengerjakannya yang sesuai dengan target marketnya atau dengan istilah lain sesuai dengan “Tone and Manner”. Tiba-tiba kita mendapat order desain lagi, bikin brosur untuk target market kelas C bahkan D, wah, ini lagi, taste kita dari kecil masih berasa, ga bakal hilang.
Akhirnya, desain model apapun, dari bergaya elegan sampai bergaya norak dan kampungan kita bisa mengerjakannya. Kalau sudah bisa begini, semakin mantaaap Mas Bro…!
Terimakasihkepada : belajar-desain-grafis.blogspot.com

“Moci Bareng” Pecahkan Rekor MURI

Menjelang hari jadi kabupaten tegal ke 411 Sebuah Grup sosial media Facebook SLKT dan PT Gunung Slamet Slawi (perusahaan Teh Cap Poci) dan para Sponsor lainnya siap menggelar acara pemecahan Rekor MURI moci.

Acara yang akan di laksanakan hari sabtu malam minggu (12/05) pukul .19 wib bertempat di Alun Alun slawi. Selain minum teh poci juga akan ada pembuatan martabak manis besar berdiameter 2 meter.

Menurut Paulus pangka (Senior manajer Muri) mengatakan dari tim muri akan langsung meninjau lokasi kegiatan(12/05) untuk pembuktian dan penyerahan Piagam penghargaan kepada penyelenggara “Ujarnya.

Enam ribu lebih masyarakat tegal akan tumpah ruah di Alun Alun slawi untuk ikut meramaikan acara ini ikut serta dalam acara ini.

Di jakarta sendiri acara cepat berhembus dan sambut hangat oleh warga perantau asal tegal” saya sangat senang tegal sekarang lebih kreatif insa allah saya akan ikut pulang untuk meramaikan ” Ujar “Dul pemilik warteg di kawasan sudirman ini.

Pada acara ini tidak di pungut biaya alias gratis dan panitia pun menyiapkan Poci gratis dan jajan martabak Almarjan Lebaksiu untuk para peserta yang hadir.

Selain acara moci bareng juga di agendakan acara kesenian daerah seperti tarian , baca puisi tegalan dan pentas lagu lagu tegalan.

Buat rekan rekan warga tegal yang jauh di luar negeri dan berhalangan datang bisa menyaksikan live streaming TV & radio di www.tegalbahari.com” Ujar Fanani ketua PPWI Kab. Tegal dan Director Media.

Bagaimana Memulai Belajar Desain Grafis?

Bagaimana memulai belajar Desain Grafis? Memang itu sebuah pertanyaan yang sangat mendasar bagi seorang desiner pemula.
Definisi Desain Grafis: adalah salah satu bentuk seni lukis (gambar) terapan yang memberikan kebebasan kepada sang desainer (perancang) untuk memilih, menciptakan, atau mengatur elemen rupa seperti ilustrasi, foto, tulisan, dan garis di atas suatu permukaan dengan tujuan untuk diproduksi dan dikomunikasikan sebagai sebuah pesan. Gambar maupun tanda yang digunakan bisa berupa tipografi atau media lainnya seperti gambar atau fotografi. Desain grafis umumnya diterapkan dalam dunia periklanan, packaging, perfilman, dan lain-lain.
Ada beberapa tokoh menyatakan pendapatnya tentang desain grafis yang saya ambil dari situs http://id.wikipedia.org/
Menurut Suyanto desain grafis didefinisikan sebagai ”aplikasi dari keterampilan seni dan komunikasi untuk kebutuhan bisnis dan industri“. Aplikasi-aplikasi ini dapat meliputi periklanan dan penjualan produk, menciptakan identitas visual untuk institusi, produk dan perusahaan, dan lingkungan grafis, desain informasi, dan secara visual menyempurnakan pesan dalam publikasi.
Sedangkan Jessica Helfand dalam situs http://www.aiga.com/ mendefinisikan desain grafis sebagai kombinasi kompleks kata-kata dan gambar, angka-angka dan grafik, foto-foto dan ilustrasi yang membutuhkan pemikiran khusus dari seorang individu yang bisa menggabungkan elemen-eleman ini, sehingga mereka dapat menghasilkan sesuatu yang khusus, sangat berguna, mengejutkan atau subversif atau sesuatu yang mudah diingat.
Menurut Danton Sihombing desain grafis mempekerjakan berbagai elemen seperti marka, simbol, uraian verbal yang divisualisasikan lewat tipografi dan gambar baik dengan teknik fotografi ataupun ilustrasi. Elemen-elemen tersebut diterapkan dalam dua fungsi, sebagai perangkat visual dan perangkat komunikasi.
Menurut Michael Kroeger visual communication (komunikasi visual) adalah latihan teori dan konsep-konsep melalui terma-terma visual dengan menggunakan warna, bentuk, garis dan penjajaran (juxtaposition).
Warren dalam Suyanto memaknai desain grafis sebagai suatu terjemahan dari ide dan tempat ke dalam beberapa jenis urutan yang struktural dan visual.
Sedangkan Blanchard mendefinisikan desain grafis sebagai suatu seni komunikatif yang berhubungan dengan industri, seni dan proses dalam menghasilkan gambaran visual pada segala permukaan.
Kategori Desain Grafis
Secara garis besar, desain grafis dibedakan menjadi beberapa kategori:
  1. Printing (Percetakan) yang memuat desain buku, majalah, poster, booklet, leaflet, flyer, pamflet, periklanan, dan publikasi lain yang sejenis.
  2. Web Desain: desain untuk halaman web.
  3. Film termasuk CD, DVD, CD multimedia untuk promosi.
  4. Identifikasi (Logo), EGD (Environmental Graphic Design) : merupakan desain profesional yang mencakup desain grafis, desain arsitek, desain industri, dan arsitek taman.
  5. Desain Produk, Pemaketan dan sejenisnya.

 

Program Pengolah Grafis
Oleh karena desain grafis dibagi menjadi beberapa kategori maka sarana untuk mengolah pun berbeda-beda, bergantung pada kebutuhan dan Php Aide tujuan pembuatan karya.
1. Aplikasi Pengolah Tata Letak (Layout)
Program ini sering digunakan untuk keperluan pembuatan brosur, pamflet, booklet, poster, dan lain yang sejenis. Program ini mampu mengatur penempatan teks dan gambar yang diambil dari program lain (seperti Adobe Photoshop). Yang termasuk dalam kelompok ini adalah:
– Adobe FrameMaker
– Adobe In Design
– Adobe PageMaker
– Corel Ventura
– Microsoft Publisher
– Quark Xpress
2. Aplikasi Pengolah Vektor/Garis
Program yang termasuk dalam kelompok ini dapat digunakan untuk membuat gambar dalam bentuk vektor/garis sehingga sering disebut sebagai Illustrator Program. Seluruh objek yang dihasilkan berupa kombinasi beberapa garis, baik berupa garis lurus maupun lengkung. Aplikasi yang termasuk dalam kelompok ini adalah:
– Adobe Illustrator
– Beneba Canvas
– CorelDraw
– Macromedia Freehand
– Metacreations Expression
– Micrografx Designer
3. Aplikasi Pengolah Pixel/Gambar
Program yang termasuk dalam kelompok ini dapat dimanfaatkan untuk mengolah gambar/manipulasi foto (photo retouching). Semu objek yang diolah dalam progam-program tersebut dianggap sebagai kombinasi beberapa titik/pixel yang memiliki kerapatan dan warna tertentu, misalnya, foto. Gambar dalam foto terbentuk dari beberapa kumpulan pixel yang memiliki kerapatan dan warna tertentu. Meskipun begitu, program yang termasuk dalam kelompok ini dapat juga mengolah teks dan garis, akan tetapi dianggapa sebagai kumpulan pixel. Objek yang diimpor dari program pengolah vektor/garis, setelah diolah dengan program pengolah pixel/titik secara otomatis akan dikonversikan menjadi bentuk pixel/titik.
Yang termasuk dalam aplikasi ini adalah:
– Adobe Photoshop
– Corel Photo Paint
– Macromedia Xres
– Metacreations Painter
– Metacreations Live Picture
– Micrografx Picture Publisher
– Microsoft Photo Editor
– QFX
– Wright Image
4. Aplikasi Pengolah Film/Video
Program yang termasuk dalam kelompok ini dapat dimanfaatkan untuk mengolah film dalam berbagai macam format. Pemberian judul teks (seperti karaoke, teks terjemahan, dll) juga dapat diolah menggunakan program ini. Umumnya, pemberian efek khusus (special effect) seperti suara ledakan, desingan peluru, ombak, dan lain-lain juga dapat dibuat menggunakan aplikasi ini. Yang termasuk dalam kategori ini adalah:
– Adobe After Effect
– Adobe Premiere
– Power Director
– Show Biz DVD
– Ulead Video Studio
– Element Premier
– Easy Media Creator
– Pinnacle Studio Plus
– WinDVD Creater
– Nero Ultra Edition
5. Aplikasi Pengolah Multimedia
Program yang termasuk dalam kelompok ini biasanya digunakan untuk membuat sebuah karya dalam bentuk Multimedia berisi promosi, profil perusahaan, maupun yang sejenisnya dan dikemas dalam bentuk CD maupun DVD. Multimedia tersebut dapat berisi film/movie, animasi, teks, gambar, dan suara yang dirancan sedemikian rupa sehingga pesan yang disampaikan lebih interktif dan menarik.
Yang termasuk dalam kelompok ini adalah:
– Macromedia Authorware
– Macromedia Director
– Macromedia Flash
– Multimedia Builder
– Ezedia
– Hyper Studio
– Ovation Studio Pro

Fungsi Tools dalam CorelDRAW X5

Medang maning…

Setelah kita berkenalan dengan CorelDRAW X5 dalam postingan sebelumnya, selanjutnya kita harus tahu dulu apa saja tools yang terdapat di CorelDRAW beserta fungsinya masing-masing.

Nah, biar ga cuma kenal tapi bisa lebih akrab dengan senjata kita, monggo cermati nama-nama tools di bawah ini, dan buktikan fungsinya masing-masing dengan mencobanya langsung.. ora nganggo ngko-ngko nan….

Continue reading “Fungsi Tools dalam CorelDRAW X5”

Salam Kenal, CorelDRAW X5

Bismillah…
Salam kenal buat kawan-kawan, khususnya desainer juga calon desainer semua..
Dalam ‘pertemuan pertama’ ini kita akan mencoba menuangkan sebagian ‘isi poci’ kita dengan mengulan sedikit tentang ‘senjata utama’nya para desainer grafis, yaitu CorelDRAW.
 CorelDRAWmerupakan program aplikasi desain grafis yang menyediakan fasilitas, kemudahan dan keleluasaan bagi pengguna dalam membuat sebuah objek desain grafis. Fasilitas tersebut akan dibahas langkah demi langkah dan trik-trik cepat secara berkala sambil medang Poci. CorelDRAW adalah sebagai dasar pemahaman seni menggambar di komputer, yang lebih menekankan pada teknik penggunaan fasilitas dasar pada software berbasis CAD (Computer Aided Design) lainnya.
CorelDRAW dapat digunakan untuk berbagai keperluan desain, seperti membuat Desain Logo, Brosur, Kartu Nama, Pamphlet, Id Card, Kop Surat, Majalah, Cover Buku, Cover CD, Kalender, Stempel, Nameboard, Desain Produk Iklan, Desain Arsitektur 2D, Sertifikat, Undangan, Edit foto, Gambar 3D dan lain sebagainya.
Untuk menghasilkan desain yang maksimal, sebaiknya kita latihan berulang-ulang dan diharapkan dalam pengoperasian CorelDRAW menguasai dalam penggunaan mouse dan keyboard (shortcut). Disini saya menggunakan Versi CorelDRAW X (versi 13 ke atas), namun bila Anda menggunakan versi dibawahnya juga tidak ada masalah, bila ternyata ada fasilitas menu yang belum didukung (belum ada) tidak usah bingung karena CorelDRAW memberi solusi untuk menggambar desain grafis dengan berbagai macam trik.
Ok… sebelum ke pokok permasalahan alangkah baiknya kita mengenal hal yang berkaitan dengan lingkungan kerja CorelDRAW, prosedur yang digunakan untuk menjalankan program CorelDRAW (di sini saya menggunakan CorelDRAW X5) adalah: Klik tombol Start > Programs > Corel Graphics Suite X5 > CorelDRAW X5, kemudian tampil kotak dialog sebagai berikut :
  1. Quick Start: Menu ini digunakan jika Anda memulai dengan cepat untuk membuka beberapa file yang terakhir dikerjakan, dibawah menu open recent Anda akan menemui beberapa file yang terakhir kali dikerjakan. Ketika Anda hendak memulai dari awal Anda diberi 2 pilihan new blank document dan new from template pada menu start new.
  2. What’s New: Menu ini memberikan informasi terbaru program coreldraw X5 dengan berbagai kelebihan dibanding coreldraw versi sebelumnya
  3. Learning Tools: Menu ini memberikan informasi kepada sampeyan tentang cara belajar menggunakan coreldraw dengan video DVD dan tambahan 5 link menu untuk mempelajari coreldraw X5.
  4. Gallery: Menu ini memberikan informasi kepada Anda tentang hasil olah kerja dengan corelDRAW hasil karya para desainer yang telah menyumbang hasil karya mereka diweb resmi corelDRAW, disana diberikan link untuk mengujungi langsung web pembuat desain dengan coreldraw ini.
  5. Updates: Disini Anda bisa melihat link untuk update coreldraw terbaru dan berpartisipasi untuk menyumbangkan hasil karya Anda dalam coreldraw international design contestan
Sebagai langkah awal pembuatan objek grafis sampeyan pilih Quick Start > Start New > New Blank Document, sehingga tampil lembar kerja utama sebagai berikut :
  1. Judul Window: Berisi nama program dan nama file
  2. Menu Bar: Berisi perintah yang digunakan
  3. Toolbar Standard: Untuk mempersingkat pekerjaan.
  4. Property Bar: Tombol mempermudah pemakaian Toolbox
  5. Toolbox: Alat untuk memproses atau memodifikasi objek
  6. Rulers: Untuk ketepatan ukuran objek
  7. Status Page: Informasi tertang jumlah halaman
  8. Control Window: Perkecil, perbesar dan menutup window.
  9. Printable Area: Area pencetakan objek gambar
  10. Drawing Window: Area untuk mengolah objek gambar
  11. Vertical Scrollbar: Untuk menggulung layar tegak lurus
  12. Color Palette: Untuk warna pada objek gambar aktif
  13. Status Bar: Berisi informasi objek gambar aktif
  14. Horizontal Scrollbar: Untuk menggulung layar mendatar
Nah… langkah yang berikutnya, silahkan Anda cari software CorelDRAW X5 bagi yang belum punya (bisa minjem atau nyewa, atau ndownload monggo terserah) dan silahkan instal program ini bagi yang di komputernya belum terinstal, lalu buka program ini dan mulailah belajar..
Untuk fungsi tools yang lebih lengkap, akan bapak sampaikan pada pertemuan berikutnya. Sampai jumpa lagi Anak-anak, jangan lupa PR-nya dikumpulkan besok pagi. Smile1